Tampilkan postingan dengan label jenis-jenis KOMPONEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenis-jenis KOMPONEN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Oktober 2012

LED atau Light Emitting Diode

Light Emitting Diode atau dioda pemancar cahaya atau yang lebih dikenal dengan LED, adalah komponen elektronika yang dapat menghasilkan cahaya ketika arus listrik mengalir melewatinya.

LED digambarkan dengan simbol berikut ini

simbol-led
Pada awalnya LED hanya dibuat dengan warna merah, namun sekarang warna-warna kuning, hijau, biru, dan jingga juga tersedia di pasaran. Terdapat pula LED infra merah, yang menghasilkan cahaya inframerah.

warna-warni-led
Sebuah LED umumnya memiliki kemasan berbentuk kubah yang terbuat dari bahan plastik, dengan pinggiran yang menonjol atau rim pada bagian bawah kubah. Terdapat dua buah kaki terminal di bagian bawah. Biasanya kaki katoda lebih pendek dari kaki anoda, perhatikan gambar dibawah ini

kaki-anoda-katoda-led
Sebuah LED membutuhkan arus sekitar 20 mA untuk memancarkan cahaya dengan kecerahan maksimum, meskipun arus sekecil 5 mA masih dapat menghasilkan cahaya yang tampak jelas.Jatuh tegangan LED rata-rata adalah 1,5 V, sehingga pasokan tegangan 2 V dapat menyalakan sebagian besar LED dengan kecerahan maksimum. Dengan level-level tegangan yang lebih tinggi, LED dapat rusak dan terbakar apabila tegangan maju yang diberikan melebihi 2 V.

Transformator atau Trafo

Transformator atau biasa disebut trafo, merupakan alat yang berguna untuk menaikkan dan menurunkan tegangan. Trafo yang digunakan untuk menaikkan tegangan disebut dengan istilah trafo step up, sedangkan trafo yang digunakan untuk menurunkan tegangan disebut dengan trafostep down.

Dibawah ini adalah gambar trafo step down 500 mA, yang bisa menurunkan tegangan listrik PLN 220 V menjadi 12 V, dan umum digunakan dalam dunia elektronika

trafo-elektronika
Sebuah trafo terdiri dari dua buah kumparan (kumparan primer dan sekunder) yang dililitkan pada sebuah inti. Inti trafo ini dibentuk dari lapisan-lapisan besi. Prinsip kerja dari alat ini sepenuhnya menggunakan peristiwa induksi. Ketika arus mengalir melewati kumparan primer, akan dihasilkan sebuah medan magnet. Inti besi trafo menyediakan sebuah jalur untuk dilalui oleh garis-garis gaya magnet sehingga hampir semua garis gaya yang terbentuk dapat sampai ke kumparan sekunder.

Induksi terjadi hanya ketika terdapat suatu perubahan pada medan magnet. Dengan demikian, sebuah trafo tidak dapat bekerja dengan arus DC, karena medan magnetnya diam tidak berubah. Ketika arus AC mengalir melewati kumparan primer, dibangkitkanlah sebuah medan magnet bolak-balik. Medan magnet ini akan menginduksikan arus bolak balik pada kumparan sekunder.

Simbol trafo terlihat seperti dibawah ini

simbol-trafo


Transistor Daya, Proses Disipasi, dan Alat Pembuang Panas (Heat Sink)


headerphoto

Transistor Daya, Proses Disipasi, dan Alat Pembuang Panas (Heat Sink)


Transistor BJT daya rendah semisal BC548 sangat cocok untuk digunakan sebagai saklar arus ke LED dan lampu-lampu filamen kecil. Jenis transistor ini memiliki rating arus kolektor hingga 100 mA. Banyak perangkat lainnya, seperti motor DC, membutuhkan arus yang jauh lebih besar dari nilai ini.

Untuk menyambungkan arus pada level yang lebih besar, kita membutuhkan transistor-transistor daya menengah atau daya tinggi. Transistor BJT yang terlihat dalam gambar diatas mampu melewatkan arus hingga 10 A.

Salah satu kendala yang dihadapi dengan listrik daya tinggi adalah bahwa sebagian dari daya yang digunakan akan hilang sebagai panas, atau terjadi proses disipasi (kehilangan daya).

Dengan arus sebesar beberapa Ampere, panas yang dihasilkan dapat menjadi sedemikian besar hingga merusak transistor itu sendiri. Untuk menghindari terjadinya hal semacam ini, kita harus memasang sebuah alat pembuang panas atau heat sink pada tag yang terdapat dibagian atas badan transistor. Piranti heat sink ini akan membuang panas ke lingkungan sekitar.

Sebuah heat sink dapat dibuat dari bahan logam biasanya aluminium, yang mampu mengalirkan panas ke lingkungan sekitar. Sebagian besar heat sink dibuat dengan bentuk sirip-sirip tipis, sehingga memungkinkan arus konveksi yang ada di udara menarik panas dari permukaan sirip. Contoh heat sink seperti terlihat dibawah ini

heat-sink-transistor

 
Privacy Policy | Contact Us | Twitter
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan