Minggu, 28 Oktober 2012

Cara Membuat Text Berjalan Di TAB Browser

Text Berjalan Di TAB Browser Adalah text yang berjalan di tab Browser Saat kita membuka Suatu Blog Atau Website, biasanya text yang berjalan berisikan text sambutan. sebagai contoh lihatlah di TAB Browser Sahabat saat membuka blog saya ini. Disini saya akan menjelaskan bagaimana cara membuatnya di blog sahabat silahkan lihat dibawah.

Silahkan Ikuti Langkah-langkah berikut :
1. Silahkan login akun Blog Anda
2. Pilih menu Rancangan dan Pilih Elemen Laman
3. Setelah itu pilih Tambah Gadget 
4. Kemudian Tambahkan HTML/JavaScript
5. Dan Copy dan kode di bawah ini :

<script>function tb8_makeArray(n){this.length = n;return this.length;}tb8_messages = new tb8_makeArray(7);
tb8_messages[0] = "How Do You Do My Friend ?";
tb8_messages[1] = "Welcome To My Site";
tb8_messages[2] = "wIzYuLoVeRz.Blogspot.Com";
tb8_messages[3] = "Give Your Comment";
tb8_messages[4] = "And Follow My Site";
tb8_messages[5] = "Thank You ^_^";
tb8_messages[6] = ".....";
tb8_rptType = 'infinite';
tb8_rptNbr = 5;
tb8_speed = 70;
tb8_delay = 1000;
var tb8_counter=1;
var tb8_currMsg=0;
var tb8_tekst ="";
var tb8_i=0;
var tb8_TID = null;
function tb8_pisi(){
tb8_tekst = tb8_tekst + tb8_messages[tb8_currMsg].substring(tb8_i, tb8_i+1);
document.title = tb8_tekst;
tb8_sp=tb8_speed;
tb8_i++;
if (tb8_i==tb8_messages[tb8_currMsg].length){
tb8_currMsg++; tb8_i=0; tb8_tekst="";tb8_sp=tb8_delay;
}
if (tb8_currMsg == tb8_messages.length){
if ((tb8_rptType == 'finite') && (tb8_counter==tb8_rptNbr)){
clearTimeout(tb8_TID);
return;
}
tb8_counter++;
tb8_currMsg = 0;
}
tb8_TID = setTimeout("tb8_pisi()", tb8_sp);
}
tb8_pisi()
</script>

6. Gantilah tulisan yang berwarna Hijau diatas dengan kata kata yang anda inginkan
7. Setelah selesai silahkan klik simpan dan lihat hasilnya.

Rangkaian Power Supply Audio Amplifier (Big Power)

Bila kita merakit sebuah electronic sound system dalam hal ini audio amplifier, maka rangkaian catu daya yang dijelaskan pada artikel sebelumnya (baca di rangkaian catu daya tegangan variasi) tidak akan cukup memenuhi kebutuhan ampli tersebut.

Faktor yang mempengarungi adalah arus yang diberikan terlalu kecil (500 mA), dan yang paling utama adalah derau atau noise yang akan ditimbulkan. Untuk kebutuhan sebuah penguat suara atau audio amplifier 60 Watt saja misalnya, power supply yang digunakan harus memberikan arus 5 A dengan asumsi tegangan 12 VDC, dan output tegangan DC-nya harus serata mungkin untuk menghindari dengung atau noise pada speaker.

Gambar dibawah ini merupakan contoh sebuah power supply amplifier 60 Watt, yang umum digunakan.

catudaya_amplifier
Berikutnya adalah rangkaian power supply big power 5 A 12 VDC untuk gambar diatas

big_power_supply_5A
Daftar komponen:

  1. C1 = Elco 6800 uF/25 V
  2. C2 = Elco 100 uF/16 V
  3. C3 = Elco 2200 uF/25 V
  4. D1, D2 = Dioda IN 5402
  5. Q1 = Transistor 2N 3055
  6. IC1 = IC Regulator 7812
  7. T1 = Trafo stepdown 220 V/15 V 5A CT

Arus DC (Direct Current) dan Arus AC (Alternating Current)

Tegangan pada terminal positif sebuah baterai akan bertahan konstan hingga sel kehabisan muatannya. Apabila kita memplot sebuah grafik yang menggambarkan perubahan tegangan terhadap waktu, grafik untuk sebuah baterai yang masih baru adalah sebagai berikut:

bentuk-gelombang-dc
Grafik diatas berwujud sebuah garis lurus horisontal. Grafik memperlihatkan bahwa tegangan baterai akan bertahan konstan pada nilai 6 V.

Apabila kita menyambungkan baterai kesebuah lampu, kita dapat menggunakan multimeter untuk mengukur arus yang mengalir melewatinya. Karena tegangan bernilai konstan, arus yang digerakkannya juga konstan. Grafik arus terhadap waktu juga merupakan sebuah garis lurus horisontal, sebagaimana halnya grafik diatas. Arus konstan semacam ini disebut sebagai arus searah atau direct current, biasanya disingkat menjadi DC.

Arus yang kita dapatkan dari beberapa jenis generator termasuk juga generator listrik PLN, berbeda dengan arus DC ini. Arus dari generator-generator ini secara terus-menerus berubah arahnya.

Arus semacam ini disebut sebagai arus bolak-balik atau alternating current, disingkat menjadi AC. Bentuk grafik arus AC digambarkan seperti dibawah ini

bentuk-gelombang-ac


Rangkaian Catu Daya dengan Tegangan Bervariasi

Dengan menggunakan sebuah trafo tanpa ct, rangkaian penyearah sistem jembatan, dan saklar putar, kita bisa membuat sebuah catu daya peralatan elektronik dengan tegangan yang bervariasi, mulai dari 3 V, 4,5 V, 6 V, 7,5 V, 9 V, sampai 12 V.

Ditambahkan sebuah komponen berupa saklar rocker atau saklar geser sebagai saklar utama, pemutus dan penghubung aliran listrik sumber PLN, dan sebuah LED sebagai indikator alat.

Gambar rangkaiannya akan seperti terlihat dibawah ini

rangkaian-catudaya
Komponen-komponen yang diperlukan, antara lain:

  1. S1= Saklar rocker
  2. S2 = Saklar putar 2 kutub 6 jalur
  3. T1 = Trafo step down tanpa ct 220 V/12V 500 mA
  4. D1, D2, D3, D4 = Dioda IN4002
  5. D5 = LED
  6. R1 = Resistor 220 Ω
  7. C1 = Elco 2200 µF

LED atau Light Emitting Diode

Light Emitting Diode atau dioda pemancar cahaya atau yang lebih dikenal dengan LED, adalah komponen elektronika yang dapat menghasilkan cahaya ketika arus listrik mengalir melewatinya.

LED digambarkan dengan simbol berikut ini

simbol-led
Pada awalnya LED hanya dibuat dengan warna merah, namun sekarang warna-warna kuning, hijau, biru, dan jingga juga tersedia di pasaran. Terdapat pula LED infra merah, yang menghasilkan cahaya inframerah.

warna-warni-led
Sebuah LED umumnya memiliki kemasan berbentuk kubah yang terbuat dari bahan plastik, dengan pinggiran yang menonjol atau rim pada bagian bawah kubah. Terdapat dua buah kaki terminal di bagian bawah. Biasanya kaki katoda lebih pendek dari kaki anoda, perhatikan gambar dibawah ini

kaki-anoda-katoda-led
Sebuah LED membutuhkan arus sekitar 20 mA untuk memancarkan cahaya dengan kecerahan maksimum, meskipun arus sekecil 5 mA masih dapat menghasilkan cahaya yang tampak jelas.Jatuh tegangan LED rata-rata adalah 1,5 V, sehingga pasokan tegangan 2 V dapat menyalakan sebagian besar LED dengan kecerahan maksimum. Dengan level-level tegangan yang lebih tinggi, LED dapat rusak dan terbakar apabila tegangan maju yang diberikan melebihi 2 V.

Transformator atau Trafo

Transformator atau biasa disebut trafo, merupakan alat yang berguna untuk menaikkan dan menurunkan tegangan. Trafo yang digunakan untuk menaikkan tegangan disebut dengan istilah trafo step up, sedangkan trafo yang digunakan untuk menurunkan tegangan disebut dengan trafostep down.

Dibawah ini adalah gambar trafo step down 500 mA, yang bisa menurunkan tegangan listrik PLN 220 V menjadi 12 V, dan umum digunakan dalam dunia elektronika

trafo-elektronika
Sebuah trafo terdiri dari dua buah kumparan (kumparan primer dan sekunder) yang dililitkan pada sebuah inti. Inti trafo ini dibentuk dari lapisan-lapisan besi. Prinsip kerja dari alat ini sepenuhnya menggunakan peristiwa induksi. Ketika arus mengalir melewati kumparan primer, akan dihasilkan sebuah medan magnet. Inti besi trafo menyediakan sebuah jalur untuk dilalui oleh garis-garis gaya magnet sehingga hampir semua garis gaya yang terbentuk dapat sampai ke kumparan sekunder.

Induksi terjadi hanya ketika terdapat suatu perubahan pada medan magnet. Dengan demikian, sebuah trafo tidak dapat bekerja dengan arus DC, karena medan magnetnya diam tidak berubah. Ketika arus AC mengalir melewati kumparan primer, dibangkitkanlah sebuah medan magnet bolak-balik. Medan magnet ini akan menginduksikan arus bolak balik pada kumparan sekunder.

Simbol trafo terlihat seperti dibawah ini

simbol-trafo


Transistor Daya, Proses Disipasi, dan Alat Pembuang Panas (Heat Sink)


headerphoto

Transistor Daya, Proses Disipasi, dan Alat Pembuang Panas (Heat Sink)


Transistor BJT daya rendah semisal BC548 sangat cocok untuk digunakan sebagai saklar arus ke LED dan lampu-lampu filamen kecil. Jenis transistor ini memiliki rating arus kolektor hingga 100 mA. Banyak perangkat lainnya, seperti motor DC, membutuhkan arus yang jauh lebih besar dari nilai ini.

Untuk menyambungkan arus pada level yang lebih besar, kita membutuhkan transistor-transistor daya menengah atau daya tinggi. Transistor BJT yang terlihat dalam gambar diatas mampu melewatkan arus hingga 10 A.

Salah satu kendala yang dihadapi dengan listrik daya tinggi adalah bahwa sebagian dari daya yang digunakan akan hilang sebagai panas, atau terjadi proses disipasi (kehilangan daya).

Dengan arus sebesar beberapa Ampere, panas yang dihasilkan dapat menjadi sedemikian besar hingga merusak transistor itu sendiri. Untuk menghindari terjadinya hal semacam ini, kita harus memasang sebuah alat pembuang panas atau heat sink pada tag yang terdapat dibagian atas badan transistor. Piranti heat sink ini akan membuang panas ke lingkungan sekitar.

Sebuah heat sink dapat dibuat dari bahan logam biasanya aluminium, yang mampu mengalirkan panas ke lingkungan sekitar. Sebagian besar heat sink dibuat dengan bentuk sirip-sirip tipis, sehingga memungkinkan arus konveksi yang ada di udara menarik panas dari permukaan sirip. Contoh heat sink seperti terlihat dibawah ini

heat-sink-transistor

 
Privacy Policy | Contact Us | Twitter
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan